Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Bangka menggelar pelatihan untuk meningkatkan kompetensi pemandu wisata alam atau ekowisata agar sesuai dengan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI). Pelatihan ditujukan bagi kelompok sadar wisata, pengelola destinasi, desa wisata, dan perangkat desa yang memiliki potensi wisata alam. Kepala Dinparbud Bangka Rismy Wira Maddona menekankan pentingnya kemampuan pelaku wisata dalam menjaga kelestarian lingkungan dan budaya, merencanakan kegiatan wisata berdampak rendah, serta memberikan informasi wisata secara baik. Bupati Bangka Mulkan menyampaikan bahwa ekowisata berbasis masyarakat semakin berkembang dan membutuhkan keterlibatan aktif masyarakat. Pengembangan wisata berbasis alam dinilai memiliki dampak lingkungan yang relatif lebih kecil dibandingkan wisata buatan.
Disparbud Bangka Perkuat Kapasitas Sumber Daya Pemandu Wisata
Sungailiat, Bangka (ANTARA) – Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Bangka Provinsi Kepulauan Bangka Belitung memperkuat kapasitas sumber daya wisata atau ekowisata agar memenuhi standar kompetensi kerja nasional Indonesia bidang ekowisata.
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Bangka Rismy Wira Maddona di Sungailiat, Senin, saat pelatihan pemandu wisata alam atau ekowisata mengatakan ekowisata dilakukan dengan tujuan konservasi lingkungan dan melestarikan kehidupan dan kesejahteraan penduduk setempat.
“Para pelaku wisata dituntut mampu memahami, merencanakan kegiatan yang berdampak negatif rendah terhadap lingkungan dan sosial budaya, pemandu wisata hendaknya mampu cara menyiapkan dan menyajikan informasi wisata,” jelasnya.
Ia menjelaskan penguatan kapasitas sumber daya pemandu wisata alam, dimulai dari kelompok sadar wisata, pengelola destinasi wisata, desa wisata serta perangkat desa yang mempunyai potensi wisata alam.
Sementara itu, Bupati Bangka Mulkan menambahkan sektor kepariwisataan alam akhir-akhir ini mulai menjadi tren dalam pengembangan pariwisata di Indonesia. Interaksi yang dinamis namun harmonis antara makhluk hidup dan lingkungan akan membentuk suatu tatanan ekosistem yang berimbang.
“Kondisi ini berujung pada keselarasan hidup semua organisme di bumi, komponen abiotik dan juga biotik menjadi dua unsur penting dalam tatanan ekosistem saling terkait,” katanya.
Menurut dia, ekowisata atau wisata alam berbasis masyarakat membutuhkan peran aktif masyarakat untuk ikut serta membangun daya tarik wisata. Saat ini, efek pengembangan daya tarik wisata berbasis ekowisata terhadap lingkungan, relatif kecil dibandingkan pengembangan daya tarik wisata berbasis buatan.

