Pemerintah Kabupaten Bangka melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan menyiapkan ajang pemilihan Bujang Miak 2022 sebagai wadah bagi pemuda untuk berperan dalam promosi pariwisata, pelestarian budaya, dan pengembangan ekonomi kreatif. Bujang Miak tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga berperan sebagai ikon dan duta pariwisata daerah yang aktif mempromosikan destinasi wisata Bangka serta menjadi teladan bagi generasi muda dalam mendukung pembangunan pariwisata melalui ide-ide inovatif di era digital. Selain itu, para duta diharapkan turut mendorong pemulihan ekonomi pascapandemi dengan mengajak masyarakat desa meningkatkan kesadaran wisata dan menerapkan konsep Sapta Pesona, sehingga tercipta lingkungan pariwisata yang aman, nyaman, tertib, dan menarik bagi wisatawan.
Pemkab Bangka Berdayakan Peran Pemuda Promosi Wisata
KBRN, Sungailiat 25 Juni 2022 : Pemerintah Kabupaten Bangka melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, mempersiapkan wadah bagi pemuda dalam promosi wisata, pelestarian budaya dan pengembangan ekonomi kreatif.
Hal itu dilakukan dalam upaya pemulihan ekonomi nasional. Salah satunya dengan mengembangkan kompetensi, minat dan bakat pemuda pada ajang pemilihan Bujang Miak tahun 2022.
Meski sebagian pihak beranggapan bahwa kompetisi duta, merupakan ajang lenggak-lenggok di atas panggung saja, tapi sesungguhnya para duta tersebut memiliki peran yg cukup siginifikan.
Kepala Bidang Ekonomi Kreatif dan Sumber Daya Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Bangka, Suryani menyebutkan bahwa ajang pemilihan duta wisata Bujang Miak merupakan ajang pemilihan ikon pariwisata daerah yang nantinya akan berperan aktif memasarkan dan mempromosikan wisata Bangka.
“Tidak hanya melakukan promosi wisata saja, namun mereka juga akan menjadi contoh bagi generasi muda lainnya, dalam mengambil peran pembangunan wisata Kabupaten Bangka, melalui pemikiran-pemikiran yang inovatif di era digital saat ini,” kata Suryani, Sabtu (25/6/2022).
Suryani melanjutkan, tantangan duta wisata saat ini yaitu, pemulihan ekonomi pasca pandemi COVID-19 dengan cara mengajak masyarakat desa untuk menggairahkan semangat sadar wisata, agar program gerbang wisata internasional dapat terwujud.
“Masyarakat juga diajak untuk mengenal Sapta Pesona yang merupakan jabaran konsep Sadar Wisata, untuk menciptakan lingkungan dan suasana kondusif yang mampu mendorong tumbuh dan berkembangnya industri pariwisata,” ungkap Suryani.

