Warga keturunan Tionghoa di Bangka Belitung melestarikan tradisi Chit Ngiat Pan atau Sembahyang Rebut yang digelar setiap tanggal 15 bulan 7 Imlek. Tradisi ini dilaksanakan dengan sembahyang, pembagian hasil bumi, dan diakhiri pembakaran Patung Thai Se Ja sebagai tanda berakhirnya perayaan.
BANGKA, Lintasbabel.id – Warga keturunan Tionghoa di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung melaksanakan tradisi Chit Ngiat Pan atau Sembahyang Rebut pada Jumat (12/8/2022) malam.
Tradisi yang dilaksanakan setiap tanggal 15 bulan 7 dalam kalender Imlek ini merupakan warisan leluhur yang masih dilestarikan hingga saat ini.
Salah satu pelaksanaannya berlangsung di Kelenteng Lo Hap Miau, Desa Merawang, Kecamatan Merawang, Kabupaten Bangka. Warga bahkan datang dari luar Pulau Bangka untuk mengikuti dan melestarikan tradisi tersebut.
Pada puncak perayaan, masyarakat menyiapkan berbagai barang seperti sembako dan hasil bumi untuk diperebutkan. Tradisi ini dipercaya membawa keberuntungan bagi mereka yang mendapatkannya.
Perayaan kemudian diakhiri dengan pembakaran Patung Raksasa Thai Se Ja atau Raja Neraka tepat pada pukul 00.00 WIB sebagai tanda berakhirnya rangkaian Chit Ngiat Pan.

